Postingan

Menampilkan postingan dengan label Matematika

Cara Mudah Perkalian dan Pembagian 5

638x5=...? 795:5=...? Kalau dihitung manual, pasti tidak mudah, kan?. Kalau pakai kalkulator,  hanya memasukkan angkanya dan simbolnya, maka keluar hasilnya. Kali ini, dibuat penerangannya untuk mempercepat hitungan manual Anda. Kita mulai dari perkalian. 638x5. Sebenarnya mudah. Kalikan 10, lalu bagi 2. 638x5=6380:2=3190 Mudah bukan?. Kita ke pembagiannya sekarang. 795:5. Serupa tapi tidak sama dengan perkalian. Kalikan 2, lalu bagi 10. 795:5=1590:10=159. Masih terlalu susah?. Kita rubah saja. Bagi 10, lalu kali 2. 795:5=79,5x2=159. Begitulah tipsnya. Atau mungkin, Anda memiliki cara Anda sendiri?. Silakan berbagi di sini. Sekian.

Keliling dan Luas Lingkaran

Keliling (Meter atau cm) 2 x π x r atau π x d Dengan begitu, d = 2 x r r=Jari-jari d=Diameter Jari-jari=Jarak dari titik pusat ke sisi lingkaran Diameter=Jarak suatu titik sisi ke suatu titik sisi lainnya yang melewati titik pusat dan tepat membelah 2 lingkaran. Luas (m^2 atau cm^2) π x r x r atau π x r^2 atau (1/4) x π x d^2 π bila bertemu dengan angka yang bisa dibagi 7, maka dia sama dengan 22/7. Bila bertemu yang lain, maka dia 3,14159... atau dibulatkan menjadi 3,14.

Jenis Bilangan

Bilangan bulat: ...,-3,-2,-1,0,1,2,3,... Bilangan cacah: 0,1,2,3,... Bilangan asli: 1,2,3,... Bilangan negatif: -1,-2,-3,... Bilangan genap : 2,4,6,8,0 Bilangan ganjil : 1,3,5,7,9 Bilangan prima : 2,3,5,7,11,...

Netto, Bruto, Tara

Netto:Berat bersih Bruto:Berat kotor Tara:Berat bungkusnya Bruto=Netto+Tara 100%=97,5%+2,5% Misalnya: Berapa berat bruto jika netto 190 gram dengan tara 5%?. Bruto=Netto+Tara 100%=Netto+5% 100%-5%=Netto Netto=95% Bruto=Netto+Tara 100%=95%+5% Bruto=190 gram+Tara 190 gram:95%=2 2x5%=10 gram Bruto=190 gram+10 gram Bruto=200 gram

Sistem Persamaan Linear

Rindika:Aku mau 1 roti dan 2 kue. Petugas:Harganya 13 ribu. Rindika:Ini. (Memberi uang) Ruina:Aku mau 3 roti dan 1 kue. Petugas:Harganya 14 ribu. Ruina:Ini. (Memberi uang) Petugas:Kalian berdua, tunggu di sana, ya?!. Rindika:<Bersamaan>Ya. Ruina:<Bersamaan>Ya. Rindika:(Pergi duduk) Ruina:(Pergi duduk) Rindika:Kamu pesannya banyak sekali, Ruina. Ruina:Kamu juga. Rindika:... Ruina:Oh, ya. Kita lupa menanyakan harga satuannya. Aku mau tanya, ya?!. Rindika:Tidak usah. Ruina:???. Rindika:Kita gunakan sistem persamaan linear. Ruina:Bagaimana caranya?. Rindika:Aku pesan 1 roti dan 2 kue, bayarnya 13 ribu. Kamu?. Ruina:Aku pesan 3 roti dan 1 kue, bayarnya 14 ribu. Rindika:Jadi, kalau kamu pesan 6 roti dan 2 kue, bayarnya berapa?. Ruina:28 ribu. Lalu?. Rindika:Seperti ini,... Ruina:(Mendengarkan) 1 roti + 2 kue = 13 ribu 3 roti + 1 kue = 14 ribu 6 roti + 2 kue = 28 ribu 1 roti + 2 kue = 13 ribu - 5 roti + 0 kue = 15 ribu 1 roti = 15/5 = 3 ribu 3 roti +...

Rumus Phytagoras

Rumus Phytagoras berguna saat mencari sisi miring segitiga siku-siku. Salah satu kombinasi yang paling terkenal adalah 3-4-5. Mari kita coba!. 5^2=3^2+4^2 25=9+16 Sama kan?. 5 sisi miringnya, 3 dan 4 sisi lainnya. Sehingga, rumus phytagoras adalah... c^2=a^2+b^2 Sekian.

Sistem Persamaan 3 Variabel

Gambar
Sama seperti sistem persamaan 2 variabel, bedanya hanya di jumlah variabelnya. Mencarinya menggunakan gabungan metode eliminasi dan substitusi. Untuk ini, biasanya disediakan 3 persamaan dengan 3 variabel. Nah, pertama, kita buat dua persamaan baru menggunakan 2 dari 3 persamaan lama menggunakan metode eliminasi. Otomatis, ada persamaan baru yang berisikan 2 variabel. Lakukan hal yang sama pada persamaan lainnya untuk mendapatkan persamaan baru kedua. Setelahnya, 2 persamaan baru tadi dieliminasikan dan menghasilkan persamaan yang berisikan 1 variabel. Baru, kita cari hasilnya menggunakan metode substitusi. Untuk lebih jelasnya, perhatikan foto berikut.

Sifat Asosiatif, Distributif, dan Komutatif Bilangan

Sebelumnya, pelajari tanda kurung di sini . Asosiatif : Pengelompokan (2+3)+5=5+5=10 2+(3+5)=2+8=10 (2x3)x5=6x5=30 2x(3x5)=2x15=30 (5-3)-2=2-2=0 5(-3-2)=5-5=0 Asosiatif tidak bisa untuk pembagian. Distributif : Sebarkan 2x(3+5)=2x8=16 2x(3+5)=(2x3)+(2x5)=6+10=16 (2+3)x5=5x5=25 (2+3)x5=(2x5)+(3x5)=10+15=25 5x(3-2)=5x1=5 5x(3-2)=(5x3)-(5x2)=15-10=5 (5-3):2=2:2=1 (5-3):2=(5/2)-(3/2)=2/2=1 Untuk menggunakan ini, pastikan tandanya tepat. Komutatif : Putar-puter 2+3+5=5+3+2=10 2x3x5=5x3x2=30 Komutatif tidak bisa digunakan untuk pengurangan dan pembagian

Pembulatan

Hai, hai. Kita ketemu lagi. Sudah lama kita tidak bertemu. Ada yang merindukanku?. Tidak. Ya sudah. Aku pergi lagi. ... Kok tidak menahanku?. Biarin. Kalau gitu, aku mau ngasih tau sesuatu. Kamu tau pembulatan?. Apa itu?. Sejenis tahu?. Bukan. Ini sejenis angka. Biasa kita terapkan sehari-hari juga loh. Maksudnya?. Kalau harga barang Rp 49.000, kamu bayarnya gimana?. Pakai uang 50 ribu rupiah. Nah, itu namanya pembulatan. Aku masih tidak mengerti. Pahamin ya?!. Jika angkanya 5,6,7,8,9, bulatkannya ke atas. Jika bukan maka ke bawah. Contohnya?. 23000 Dibulatkan menjadi 20000 57000 Dibulatkan menjadi 60000 Ooo... Bisa juga untuk angka di belakang koma. 3,7 menjadi 4. 2,1 menjadi 2. 3,76 menjadi 3,8. 2,43 menjadi 2,4 3,769 menjadi 3,77. 2,432 menjadi 2,43. Dan seterusnya, sesuai kebutuhan. Ooo... Kalu begitu, sampai jumpa.

Baris & Deret Geometri

Un=a.r^n-1 U1=a  U2=a.r U3=a.r^2 r=U2/U1 Sn=(a(1-r^n))/1-r   If r<1 (Berkurang) Sn=(a((r^n)-1))/r-1   If r>1 (Bertambah) Un=Sn-Sn-˙1 Contoh: 3,6,12,24,48,96,... a=3 U2=6 r=6/3=2 U3=3.2^2=3.4=12 S4=3((2^4)-1)/2-1=3(16-1)/1=3.15=45 24,12,6,3,1... S3=24(1-(0,5^3))/1-0,5=24(1-(1/8))/0,5=24(7/8)/(1/2)=2.24.7/8=2.3.7=42 U3=42-36=6 Keterangan: Un=Suku ke-n a=Suku awal r=Rasio Sn=Jumlah suku ke-n

Elemen Aljabar

2x+3 2=Koefisien x=Variabel 3=Konstanta Konstanta itu ga ada hurufnya. Variabel itu hurufnya bisa apa aja. Gambar juga boleh.

Pecahan

Terdiri atas dua bilangan yang biasanya ditulis atas bawah dan dibatasi strip. 2/3 (Dua per tiga) 2=Pembilang 3=Penyebut Itu bisa juga berarti 2 dibagi 3. 2/3=0,66666...

Baris & Deret Aritmatika

Un=a+b(n-1) U1=a U2=a+b U3=a+b.2 b=U2-U1 Sn=n/2(a+Un) Sn=n/2(a+(a+b(n-1))) Sn=n/2(2a+b(n-1)) Sn=(Sn˙-1)+Un Ut=a+Un/2 b=(y-x)/(k+1) Contoh: 1,3,5,7,9,11,13... a=1 U2=3 b=U2-a=2 U3=1+2.2=1+4=5 S4=4/2(1+7)=2.8=16 S5=5/2(2.1+2.4)=2,5.(2+8)=2,5.10=25 S6=25+11=36 S7=13+36=49 Ut=1+13/2=7 b=13-1/5+1=12/6=2 k=5 Keterangan: Un=Suku ke-n a=Suku awal b=Beda Sn=Jumlah suku ke-n Ut=Suku tengah y=Suku terakhir x=Suku awal k=Jumlah suku yang berada di tengah

Cara Mengetahui Bilangan yang Habis Dibagi 1, 2, 3, 4, 5, 6, 8, 9 dan 10

Bilangan yang habis dibagi 1. Semua bilangan habis dibagi 1. Bilangan yang habis dibagi 2. Semua bilangan genap habis dibagi 2. Bilangan yang habis dibagi 3. Jika penjumlahan di antara bilangan tersebut habis dibagi 3. Misalnya, 8462928. Maka 8+4+6+2+9+2+8=39. 3+9=12. 1+2=3. 3 bisa habis dibagi 3. Maka 8462928 habis dibagi 3 dan menghasilkan 2820976. Bilangan yang habis dibagi 4. Harus bilangan genap . Lalu dibagi 2. Bila hasilnya genap , maka bisa habis dibagi 4. Bilangan yang habis dibagi 5. Semua bilangan yang memiliki satuan 5 dan 0 habis dibagi 5. Bilangan yang habis dibagi 6 Harus bilangan genap . Lalu, jika penjumlahan di antara bilangan tersebut habis dibagi 3. Misalnya, 8462928. Maka 8+4+6+2+9+2+8=39. 3+9=12. 1+2=3. 3 bisa habis dibagi 3. Maka 8462928 habis dibagi 3 dan menghasilkan 2820976. Bisa juga habis dibagi 6 dan menghasilkan 1410488. Bilangan yang habis dibagi 8. Harus bilangan genap . Lalu, dibagi 2. Jika hasilnya genap , bagi 2 lagi. Jika hasilnya ...

Bilangan Ganjil dan Genap

Dalam matematika, terdapat bilangan ganjil dan genap. Bilangan ganjil:1, 3, 5, 7, 9. Bilangan genap:2, 4, 6, 8, 0. Berapapun angkanya, lihat ujungnya. Apakah di ganjil?, atau genap?.

Huruf Yunani Dalam Matematika

α(Alpha)=Menyatakan salah satu sudut segitiga siku-siku. β(Beta)= Menyatakan salah satu sudut segitiga siku-siku. Δ(Delta)=Menyatakan selisih. θ(Theta)= Menyatakan sudut segitiga siku-siku yang 90°. Σ(Sigma)=Menyatakan penjumlahan. π(Phi)=Konstanta lingkaran. 22/7 atau 3,14

Deret Fibonacci

Deret ini tentu saja ditemukan oleh Fibonacci. Di sini bukan membahas sejarah penemuannya, melainkan membahas deretnya. Dimulai dari angka 1, lalu 1, lalu untuk selanjutnya, merupakan penjumlahan 2 angka sebelumnya. Seperti di bawah ini. 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55... Misalnya angka 13, itu merupakan penambahan 2 angka sebelumnya, 5+8. Begitu seterusnya. Lalu apa?. Sudah itu saja. Konon katanya, deret Fibonacci banyak terdapat di alam. Misalnya pada bunga matahari, kulit nanas, dan lain-lain. Sampai jumpa.

Teknik Perkalian 11

Hai, kita ketemu lagi. Sudah lama aku tidak muncul. Ada yang merindukanku?. Tidak ada. Bagus. Mari kita mulai!. Hee...?. Kok gitu?. Baiklah. Kita mulai dari satuan. Misalnya angka 8. 52x11=... Itu kan mudah. Jawabannya 572. Benar. Tekniknya?. Kalkulator. Curang!. Kok begitu?. Ayo kita kalahkan kalkulator. Kalau 83732x11=... Eh, itu... Aduh, berapa, ya?!. Ga tau kan?. Nah, ada 2 teknik  "cepat" yang biasa dipakai dalam perkalian 11. Ah, aku tau. Jawabannya... Pertama, angka itu dikali 10 lalu ditambah angka itu lagi. Tunggu!. Kok aku dicuekin. Misalnya 526x11. Pertama kita kali 10, jadinya 5260, lalu tambah 526. Jadi, 5260   526 + sama dengan 5786. Ooo... Masih ribet. Memang yang itu kurang disarankan  Ada lagi teknik kedua. Yaitu dengan menambahkan kedua angka di sampingnya. ???. Mislanya yang tadi. 526. 5+2=7, 2+6=8. Jadi, 5786. Sama kan?. Ya, mudah. Sekarang yang ini. 287. Bagaimana?. 2+8=10, 8+7=15. Jadi, 210157 ya?. Salah. Eh...?. Benar pe...

Perkalian Bilangan Bulat

2 x 2 = ... 4. Benar. Kalau 2 x -2 = ... Apa itu?. Tidak bisa kan tanda kurang setelah tanda kali. Itu tanda minus. Kali ini kita belajar perkalian bilangan bulat. 2 x -2 = -4. Kalau -2 x 2 = ... -4. Benar. Kalau -2 x -2 = ... -4. Salah. Yang benar 4. Kok begitu, kan ada min nya. Mari lihat berikut ini. + x + = + + x - = - - x + = - - x - = + Yang tadi tidak ada tanda minusnya, adalah plus (+). Tapi, umumnya, tanda + di depan tidak ditulis. Kenapa aturannya begitu, ya?. Ya, memang begitu. Sampai jumpa.

< = >

Hai, kembali lagi bersama kita. Kali ini, kita akan membahas < = > Kamu ngomong apa, sih. Aku tidak mengerti. Baiklah. Langsung pada contoh. 6 dan 8. Siapa yang lebih kecil?. 6. Benar. Maka tandanya <. Kalau 7 dan 5, siapa yang lebih kecil?. 5. Benar. Maka tandanya >. Aku tidak mengerti. Begini maksudnya. 6 < 8 7 > 5 4 = 4 Kalau yang 4 aku mengerti. Kalau yang lain... Artinya, 6 lebih kecil dari 8. 7 lebih kecil dari 5. Ujung tanda selalu memilih angka yang paling kecil. Sudah?. Sudah. Sekian ???. Secara sederhananya, sebagai berikut. < lebih kecil dari = sama dengan > lebih besar dari Sekian lagi.