Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerita

Kami Menemukan Dompet

Ruina:(Duduk) Rindika:(Duduk) Ruina:(Menjilat)Rindika, enak, ya, es krimnya?!. Rindika:(Menjilat)Ya. Ruina:Lebih enak dari yang di sekolah. (Menjilat) Rindika:(Menjilat) Ruina:(Melihat bawah bangku)Ah, Rindika:Kenapa, Ruina?. Ruina:(Mengambil)Ada dompet. Rindika:Dompet siapa?. Ruina:(Membuka)Ada kartu namanya. Rindika:Pegang dulu, Ruina!. (Memberi es krim) Ruina:(Menerima) Rindika:(Melihat)Alamatnya jauh dari sini. Ruina:Lalu, kita kembalikan?. Rindika:Tentu saja. Ruina:Tapi kemana?. --- Rindika:Mau tahu kelanjutannya?. Ruina:Ceritanya ada di sini

Sistem Persamaan Linear

Rindika:Aku mau 1 roti dan 2 kue. Petugas:Harganya 13 ribu. Rindika:Ini. (Memberi uang) Ruina:Aku mau 3 roti dan 1 kue. Petugas:Harganya 14 ribu. Ruina:Ini. (Memberi uang) Petugas:Kalian berdua, tunggu di sana, ya?!. Rindika:<Bersamaan>Ya. Ruina:<Bersamaan>Ya. Rindika:(Pergi duduk) Ruina:(Pergi duduk) Rindika:Kamu pesannya banyak sekali, Ruina. Ruina:Kamu juga. Rindika:... Ruina:Oh, ya. Kita lupa menanyakan harga satuannya. Aku mau tanya, ya?!. Rindika:Tidak usah. Ruina:???. Rindika:Kita gunakan sistem persamaan linear. Ruina:Bagaimana caranya?. Rindika:Aku pesan 1 roti dan 2 kue, bayarnya 13 ribu. Kamu?. Ruina:Aku pesan 3 roti dan 1 kue, bayarnya 14 ribu. Rindika:Jadi, kalau kamu pesan 6 roti dan 2 kue, bayarnya berapa?. Ruina:28 ribu. Lalu?. Rindika:Seperti ini,... Ruina:(Mendengarkan) 1 roti + 2 kue = 13 ribu 3 roti + 1 kue = 14 ribu 6 roti + 2 kue = 28 ribu 1 roti + 2 kue = 13 ribu - 5 roti + 0 kue = 15 ribu 1 roti = 15/5 = 3 ribu 3 roti +...

Kamping Ayah dan Anak

Dalam rangka merayakan wisuda anaknya, seorang ayah dan anaknya yang baru lulus pergi ke luar untuk kamping. Mereka mendirikan tenda mereka dan tidur di dalamnya. Beberapa jam berlalu, sang ayah membangunkan anaknya. Ayah:Lihatlah ke atas dan katakan apa yang kamu lihat!. Anak:Aku melihat ribuan bintang di sana. Ayah:Dan apa yang mereka katakan kepadamu?. Anak:Secara astronomi, di sana ada jutaan galaksi, bintang, dan planet. Sang ayah memukul anaknya dengan sangat keras. Ayah:Bodoh!. Seseorang telah mencuri tenda kita. Disadur dari: Sumber

The Camping of Father and Son

An uneducated father with his educated son went on a camping trip. They set up they tent and fall a sleep. Some hours later, the father woke up the son. Father:Look up to the sky and tell me what you see!. Son:I see millions of stars. Father:And what does that tells you?. Son:Astronomically, it tells me that there are millions of galaxy and star and planet. The father slap his son very hard. Father:Idiot!. Someone has stolen our tent. Source: Link

Iolu Hampir Saja Diculik

"Dadah, Iolu!.", kata Futami sambil pergi. Hari ini, Futami dijemput di sekolah. Katanya, dia mau pergi. Jadinya, Futami tidak bisa bareng Iolu. Futami adalah teman Iolu. Kami suka pulang bersama. Rumah Iolu dekat dari sekolah. Jadi, Iolu suka jalan sama Futami. Saat pulang bersama, kami suka jalan-jalan. Kami suka melihat bunga, serangga, bahkan jajan bersama. Setelah itu, kami pulang ke rumah. Iolu suka berjalan bersama Futami. Langkah-langkah kaki kecil Iolu menyusuri jalan pulang ke rumah. Iolu melihat awan-awan yang ada di langit. Awan-awan itu berwarna sangat gelap, seperti mau menangis. Iolu harus cepat!, Iolu tidak mau dimarahi karena kehujanan. Saat memikirkan itu, Iolu mempercepat langkah Iolu. Tiba-tiba, sebuah mobil menghampiri ke arah Iolu. Mobil itu berhenti di samping Iolu. Iolu tidak tahu mobil siapa itu. Pintu mobil itu terbuka. Ada seseorang berpakaian hitam-hitam keluar dari sana. "Adik, ayo masuk ke dalam!. Sudah mau hujan.", katanya. Iolu t...

Kak Parthia, Kamu Hebat

Duriri:(Makan) Pengunjung:(Melihat) Duriri:(Makan) Pengunjung:Um... Maaf, anda tidak boleh makan di sini. Ini perpustakaan. Duriri:Tapi, Kak Parthia... Parthia:Duriri, mari kita makan makanannya di luar perpustakaan ini!. Duriri:Ya. (Pergi) Parthia:(Pergi) Duriri:Tapi, katanya Kak Parthia bisa makan di dalam. Parthia:Ya. Namun, diriku pun menjaga keistimewaan ini daripada lainnya. Duriri:Ooo... Seperti itu. Parthia:Mari kita kembali makan!. (Makan) Duriri:(Makan)

Kelinci dan Ayam

Pada suatu hari, ada seekor kelinci, Kelinci:Hai, ayam!. Sama ayam. Ayam:Ada apa?. Ayamnya galak. Kelinci:Kenapa kamu bernama ayam Ros?, padahal kan kamu bukan bunga. Kelincinya dimarahin. Ayam:Kamu sendiri, kelinci Himalaya tapi tidak tinggal di Himalaya. Pembohong!. Terus, kelincinya gimana?. Berubah jadi pucat, kaya wortel. Kelinci:... Lalu, pergi menangis. Ayam:... --- Kelinci:(Datang) Ruina:Kamu kenapa sedih?. Sini aku peluk. (Memeluk kelinci). Ayam:(Melihat)Aku ga?.

Buaya yang Kesepian dan Seekor Kelinci

Pada suatu hari, di sebuah tempat penampungan hewan, ada banyak sekali binatang, seperti anjing, kucing, kelinci, dan lain-lain. Tidak hanya hewan yang biasa kita lihat sehari-hari, tempat penampungan hewan ini juga mempunyai binatang-binatang buas, seperti harimau, singa, dan buaya. Para binatang di sana bermain bersama satu sama lainnya dengan gembira. Itulah kehidupan sehari-hari para binatang di tempat penampungan hewan. Suatu hari, terjadi insiden dimana seekor buaya menggigit ekor kucing. Hal ini membuat Flyra, pemilik tempat penampungan hewan menjadi sangat marah. Flyra memutuskan untuk mengembalikan semua buaya kembali ke alam. Namun, hanya tersisa satu buaya di sana karena truknya sudah penuh muatan. Truk itu pergi mengembalikan buaya-buaya kembali ke alam. Beberapa hari telah berlalu, sang buaya nampak sedih. Dia hanya melihat binatang-binatang lainnya bermain satu sama lain. Kondisinya itu membuat sang kelinci tertarik menghampirinya. "Apa yang terjadi padamu, Buaya?....

Dunia yang Baru

...Previous Terbangun dari sebuah ruangan gelap, anda terkejut melihat apa yang di sekitar. Sesuatu yang tak pernah dikenal sebelumnya, membuat matamu terbuka lebar. Rasa ingin tahu anda memuncak sampai tingkat paling atas. "Kamu terkejut?.", orang itu bertanya padamu. Seseorang yang telah membawamu dari tempat yang gelap ke tempat yang terang. "Inilah duniaku. Kamu suka?.". Tanpa mengeluarkan sepatah kata, dia mengerti anda senang di sini. Anda masih terheran dengan tempat ini. Amat sangat berbeda dengan tempat anda berada selanjutnya. Rasanya, aku berada di dunia yang sangat berbeda. "Aku ingin menunjukkan sesuatu kepadamu. Kamu mau ikut?.". Continue...

Kesejukan Malam Di Bawah Kabut

Pada suatu pagi yang cerah, Satrio beserta teman-temannya pergi mendaki Gunung Guntur. Mereka sudah merencanakan pendakian ini sejak jauh-jauh hari. Rencananya, mereka akan menginap 2 hari 1 malam di sana. Perjalanan Satrio dan teman-temannya pun dimulai. Dengan niat hati yang teguh serta perlengkapan yang memadai, Satrio dan kawan-kawan bertekad menaklukan puncak Gunung Guntur. Mereka sepakat bertemu di kaki Gunung Guntur pada waktu yang telah ditentukan. Dengan kuda besi tunggangan mereka, Satrio dan kawan-kawan berangkat dari rumah mereka masing-masing. Sehingga, sampailah mereka di tempat yang dijanjikan. "Ayolah, berangkat!", kata Satrio. "Oke", ujar Rijot. Pendakian pun dimulai. Pos demi pos mereka lalui dengan pasti. Sembari menikmati alam yang indah nan asri, terdapat kesenangan menikmati perjalanan bersama teman-teman. Sungguh sebuah perjalanan dengan kenangan yang tak terlupakan. Hingga akhirnya, sampailah mereka di tempat tertinggi di Gunung Guntur. ...

Dibalik Sosok Menyeramkan

Tidak ada yang mendekatiku. Tidak ada yang bersamaku. Tidak ada yang menemaniku. Semenjak aku pindah ke sekolah ini beberapa bulan yang lalu, aku belum pernah bermain dengan siapapun. Tertawa, bercanda, bermain bersama kalian, itulah yang kuinginkan. Tapi, tidak ada yang mau bermain denganku. Ingin rasanya ku mencobanya, meskipun hanya sekali. Pernah sekali, aku menghampiri teman-teman sekelasku yang sedang berkumpul. Aku mendekati mereka dengan perlahan. Saat ku melihat dari belakang, teman-temanku tengah asik menonton film horor dari laptop. Filmnya seru dan menegangkan. Aku pun menikmatinya bersama mereka. Saat filmnya habis, mereka saling berbincang tentang film tersebut. Terdengar sedikit ketakutan, kepuasan, dan tawaan di telingaku dari percakapan mereka. Saat salah satu dari mereka melihatku, wajahnya berubah menjadi pucat. Aku melihat rasa ketakutan keluar dari dirinya. Aneh sekali. "Ha, ha, hantu!!!...", teriak orang itu seraya berlari kabur dengan teman-teman y...

Dimensi Waktu

Aku, dihapus oleh waktu. Nrema:Miruna, tolong jaga dirimu baik-baik. Miruna:Nrema. Nrema:Nanti, kita akan bertemu lagi. Miruna:Nrema... Nrema:... Itu hanyalah salah satu contoh. Nrema:Sekarang, kita mau ke mana, Kak Miruna?. Miruna:Bagaimana kalau kita naik roller coaster?. Nrema:Ih... Seram... Bagaimana kalau kita ke rumah hantu?. Miruna:Baiklah, kita ke rumah hantu. Nrema:Asyik. Kedua Nrema temanku, adalah orang sama. Mereka hidup di garis waktu yang berbeda. Kenapa garis waktunya tidak beraturan?. Karena saat itu, terjadi penyimpangan. Nrema:Sekarang, proyek membuatmu jadi nyata akan selesai. Sekarang kita bisa bersama dengan sebenarnya. Miruna:Ya. Aku tidak sabar menantikannya. Nrema:Aku mulai. (<Transfer>) Miruna:Aaa... ... Nrema:Miruna!!!... (Memeluk Miruna) Miruna:Nrema... Nrema:Selamat datang, Miruna. Miruna:Ya. Aku memang berhasil melompati dimensi ruang. Tapi tidak dengan dimensi waktu. Aku tidak diciptakan atau dilahirkan. Sehingga waktu tidak men...

Sebuah Bayangan

Bayangkan anda adalah seseorang yang tinggal di ruang yang gelap sendirian. Saat ada cahaya terang datang masuk, anda hanya berdiam diri saja. Anda masih memikirkan cahaya apakah itu?, darimana datangnya?. dan lain sebagainya. Lalu, seseorang masuk menemui anda. Apakah dia perempuan?. Apakah dia laki-laki?. Dan satu hal yang terlintas di benak anda. Kenapa ia ingin menemuiku?. Kemudian, tanpa sadar, anda sudah tertarik ke luar bersamanya ke tempat yang berbeda. Kenapa bisa seperti ini?. Lalu, mata anda terbuka perlahan-lahan. Continue...